Archive

Romantis

Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa rata-rata seorang wanita sudah dibekali kemampuan atau ilmu untuk “mengurus rumah tangga” oleh orang tuanya dari kecil. Mulai dari pekerjaan bersih-bersih rumah (nyapu+ngepel+ngelap), cuci+jemur+seterika, belanja ke-pasar dan memasak tentunya. Meskipun tidak berlaku secara umum, ritual ini sudah diajarkan agar si wanita kelak bisa “mengurus” keluarganya secara mandiri. Tapi ada sebagian kecil wanita yang “kurang beruntung” mendapatkan skill-skill tersebut, sehingga masih terlihat gagap dan harus belajar  banyak mengurus keluarga yang baru saja dibinanya. Read More

by adiw
for adiw

Merasa menjadi seorang pengecut, pecundang atau bahkan seseorang yang “seharusnya tidak ada”
dan memang sudah dianggap “tidak ada”?
Hancur? Gagal? Terhina? Atau tersingkirkan?
Merenung tak berkesudahan, sesal berkepanjangan, mengeluh sepanjang waktu?
Sudahlah … kamu sudah lemah dan akan terlihat sangat lemah dengan tingkahmu itu

Tahu kan?
Kamu tidak sendiri, ribuan bahkan jutaan orang “besar” pernah menjadi pusat cacian. Read More

Detik berlalu menit berganti
Tiada rasa mengiringi waktu
Lembaran baru harus segera dimulai
Mengejar bayang mimpi akan masa depan

Indahnya sejarah hidup terlalui bersamamu
Mengukir asa di tapak detak ke-24 ini
Dengan senyuman optimis
Dengan semangat yang tak lusuh

Berusaha menggerus ujian zaman
Dengan indahnya kebersamaan

Berkurang lagi waktu kita
Berkurang lagi usia kita

Tapi yang pasti tak kan pernah berkurang
Sesuatu yang aku sebut cinta kita

(untuk dia yang selalu mengisi jiwa di tahun ke-24 hidupnya)

(oleh: Adiw We)

Sesak cobaan datang mendera
Beribu tanya menggerus keyakinan hati yang luruh
Setan tertawa membawa bara dengki
Hati meronta tersepak arus kufur
Meratap tanpa guna
Hingga airmata merusak mimpi
Larutkah ia dalam luka dunia?

Lalu, aku mendekapnya dan membisikkan syair rindu Read More

(oleh: Adiw We)

Terbaring aku menepi
Di antara rerumputan mimpi
Melunak tak kuasa menahan perih
Mengerang melipat semua tanya

Mata berkejap lemah, kakiku bergerak ringkih, tubuhku payah dalam lelah
Berusaha meronta mencari mentari di sela-sela kelamnya hati
Sendiri tertatih menyusuri sunyi

Dikelilingi duri mengoyak jalan
Aku tak sanggup, hendak musnah rasanya
Aku ingin berhenti, aku mati
Tak terasa detik melesat karena
Izrail setiap saat datang membawaku Read More