Menghadapi HERNIA (real story)

Tentunya sebelum menemukan Postingan ini, kalian khususnya para pria yang “mungkin” mengalami hernia sudah mencari via google atau referensi-referensi lainnya mengenai apa itu Hernia, apa bahayanya dan mungkin cara-cara penyembuhannya. Ini real story perjalanan hidup ane yang pernah berjibaku dengan Hernia atau biasa disebut dengan penyakit Turun Berok.

Meskipun beberapa istilah medis mengatakan ini bukanlah penyakit melainkan kelainan pada dinding antara perut dan kelamin. Hernia bukanlah penyakit turunan dan dapat terjadi pada semua umur baik tua maupun muda. Proses terjadinya hernia pada bayi berbeda dengan hernia pada orang dewasa yang biasanya pada bayi, lebih sering disebabkan oleh kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup seiring dengan turunnya testis atau buah zakar. Biasanya yang sering terkena hernia adalah bayi atau anak laki-laki. Pada orang dewasa, hernia terjadi karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan kelemahan otot dinding perut karena faktor usia.

Jadi HERNIA merupakan “hal lumrah” yang terjadi pada banyak laki-laki. Dan pesan ane satu gan “JANGAN PERNAH MEREMEHKAN” hernia… Sebenarnya sudah banyak masyarakat yang tahu tentang gejala awal penyakit hernia, namun seringkali tidak menyadarinya. Pada awalnya, gejala yang dirasakan oleh penderita adalah berupa keluhan benjolan di lipatan paha. Biasanya akan timbul bila berdiri, batuk, bersin, mengejan atau mengangkat barang-barang berat. Benjolan dan keluhan nyeri itu akan hilang bila penderita berbaring.

Hernia dapat berbahaya bila sudah terjadi jepitan isi hernia oleh cincin hernia. Pembuluh darah di daerah tersebut lama-kelamaan akan mati dan akan terjadi penimbunan racun. Jika dibiarkan terus, maka racun tersebut akan menyebar ke seluruh daerah perut sehingga dapat menyebabkan terjadinya infeksi di dalam tubuh. Serem kan gan, makanya sekali lagi ane pesen “JANGAN PERNAH MEREMEHKAN” hernia.

Beberpa hal yang salah kaprah tentang metode penyembuhan HERNIA (yang beberapa juga pernah saya lakukan karena alasan klasik” MALU”)

  1. Pijat tradisional
    Sebenarnya ane sudah pernah hampir 2x melakukan hal ini, ane udah pesimis duluan sih sebelum dipijat-pijat, karena ane yakin 80% bahwa hernia hanya dapat sembuh atau teratasi dengan jalan operasi/bedah. Bukannya sembuh, pijat malah sangat menyakitkan dan tak memberikan hasil apapun. Ane ikut pijat karena saran dari seorang kawan yang menyatakan bahwa hernia nya sembuh dengan metode ini
  2. Obat-obatan herbal
    Ga ada yang salah dengan obat-obatan herbal, tapi sejauh pemahaman ane belum ada yang bisa terbukti secara klinis menutup “lobang” antara perut dan area kemih dengan “keajaiban” obat-obatan herbal. Ini murni kelainan anatomi bukanlah penyakit yang disebabkan bakteri/kuman/virus dan sejenisnya.
  3. Celana hernia
    No way, this is not the solution. Percayalah … celana hernia hanya “meringankan” rasa sakit yang kita derita dan sama sekali tidak “mampu” menyembuhkan hernia. So, dont waste your money for this one
  4. Pengobatan alternatif
    Setali tiga uang dengan poin (1) dan (2), non-sense …. (i lose my much money for this one, what a stupid I am)

Masih pengen mencoba poin (1) hingga (4)? saran ane, jangan gan..buang-buang waktu, tenaga dan biaya. Saran ane ambil jalan satu-satunya yaitu Operasi/bedah. Kronologinya akan ane ceritakan, bukan hal yang menyeramkan dan menakutkan.
Ohh iya nilai lebih jika agan ada asuransi kesehatan macam BPJS, ASKES, Jamsostek dsb pengobatan terhadap hernia ini hampir 95 % ditanggung, jadi sekali lagi ga usah khawatir terkait biaya. Tapi kalau agan tidak menggunakan asuransi, kemungkinan akan menghabiskan biaya sekitar 5 hingga 20 Juta tergantung rumah sakit dan pelayanannya.

Prosedur yang ane lakukan hingga sembuh sebagai berikut, mudah-mudahan agan terinspirasi dan segera melakukan tindakan. INGAT GAN, jangan ditunda dan GA USAH pake malu-malu segala….OKE?

  • Konsultasi ke Dokter AKSES (dokter keluarga) meskipun secara pribadi ane udah tahu bahwa ane menderita hernia, agan akan diminta oleh dokter untuk mengejan (ngeden), maka tonjolan akan keluar disisi kiri dan atau kanan.
  • Agan akan diberikan rujukan ke Rumah sakit (ke poli bedah umum), ane bebas memilih RS manapun. Askes kali ini bener2 ampuh, ane menghindari RSUD (sorry, ane punya pengalaman gak asyik dgn RS pemerintah) (Special thanks to  RS. HVA)
  • Konsultasi dgn dokter bedah Umum, (thx to him Dokter Nas) Ane didiagnosa Hernia R/L (artinya dua2nya, satu dh parah satu “calon” hernia)
  • Vonis Operasi ane terima dan penjadwalan operasi segera dilakukan. Nah kali ini agan harus pintar atur waktu, paling enggak siapkan waktu seminggu untuk cuti
  • Hari pertama ane Opname untuk observasi, santai gan masih gak gimana2. Ane aja sendirian tanpa istri, tanpa siapa2. Ane di “tusuk” infus di tangan kiri dan dimulailah observasi. Ane kudu stay di salah satu kamar kelas I.
  • Ane Disuruh puasa
  • Setelah istri plus Ortu tanda tangan surat persetujuan operasi (ane nunggu hampir 1 jam di ruang operasi, adem plus serem sih tapi petugas nya asyik asyik kok). Santai agan ga telanjang bulat kok, hehehe kita masih pake seragam terusan khas rumah sakit.
  • Ane di anastesi di punggung disuruh meringkuk kayak orang kedinginan, lumayan sakit sih setelah itu kayak kesemutan ane mulai mati rasa perut ke bawah. Oh iya ane minta sekalian dibuat tidur gan, karena ane agak kurang nyaman aja, kalau mau agan bisa minta tetap dibuat sadar.
  • DIOPERASI kurang lebih 1 jam. Ane lumayan cpt sadarnya… bahkan gak di recovery room, tetapi ada di ruang operasi.
  • Inilah yang lumana menyiksa, pas pengen pipis (bius masih ada). Susah sekali pipis padahal dah kebelet… Jalan terakhir “KATETER” Oh MY ALLOH… ngiluuuu bener. Saran ane mintalah dipasang kateter ketika selesai operasi (bius masih ada)
  • Boleh makan setelah kentut (dan ini terjadi keesokan harinya lumayan lama yah)
  • Ane diperbolehkan pulang sorenya gan (total 2 hari aja gan)… karena gak ada gangguan apa2
  • Sekitar 1 mingguan ane disuruh dokter kembali lagi untuk memeriksa hasil operasi dan lepas jahitan

Nahh mungkin yang agak menyiksa adalah pasca operasi (yang denger-denger mirip ama caesar). Agan hanya perlu istirahat, makan dan minum yang cukup, jangan percaya pantangan makanan…. semua makanan boleh agan santap khusunya ikan, daging, buah dan sayur-sayuran. Biar cepet sembuh gan, ohh iya jangan lupa minum obat yang diberikan oleh dokter secara rutin. Selama kurang lebih 1minggu ane sudah bisa berkegiatan seperti biasa bahkan sudah berani dan bisa naek motor ke kantor. Tapi ingat gan jangan melakukan aktifitas berlebihan, cukup yang santai-santai aja..

ohh iya ane punya saran pasca operasi setelah obat dr dokter abis lanjutkan dengan suplemen gan. Ane dulu ngambil minyak hati ikan HIU (Merknya kalo ga salah Squalene 2000) dan Vitamin C time release dosis tinggi (C Plus dari nutrimax) biar cepat kering bekas operasinya dan gak nyeri. Kalau tidak salah harga sepaket 350 ribuan (maaf kalau ada unsur promosi, ane ga bemaksud promosi dan ane ga di bayar kok, hehehe).

Simpel kan gan? Beranikan untuk berbicara terbuka pada keluarga, sahabat atau istri agan terkait hernia ini. Jangan menunda dan jangan lagi pake alasan malu dsb. kalau agan ada pengalaman pribadi terkait HERNIA, monggo di share di komen agar agan yang belum “berani” operasi HERNIA segera mengambil keputusan. Semoga artikel ini bisa membantu agan semua…. Matur nuwun

6 comments
  1. Ybzyy said:

    Gan, kenapa gak nasuk RSUD? Pengalaman gimana sih yg di maksud?

    • Adiw We said:

      Udah pernah ngalamin gan, di RSUD khususnya tempat ane ga ramah pada pasien BPJS

  2. Ybzyy said:

    Oh iya terus itu agan di operasinya kanan ama kiri dua”nya atau hanya yg udah beaar aja lobang hernianya gan?

    • Adiw We said:

      dua2nya gan… satu yang udah besar satu calon hernia (takutnya nanti malah parah kalo ga segera dicegah)

      • Ybzyy said:

        Pake bpjs atau mandiri (bayar sendiri)
        Kalau pake bpjs apa pure di tanggung bpjs? Terus kalau mandiri berapa duit operasinya?
        Aku niatnya juga mau operasi nih tpi lgi bimbang ama biaya

      • Adiw We said:

        free, saya kelas 1 mas dan prosedur juga mengikuti prosedur kelas1 … BPJS kalau sesuai alur free kok, kalo mandiri minimal sekitar 10 hingga 20 Juta untuk biaya operasinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: