Penyiar radio dadakan

aku siaranTidak pernah terbayangkan cita-citaku yang masih kupendam dari kecil hingga detik ini akhirnya terkabul juga, walaupun untuk sesaat. Yup, sesuai judulnya cita-citaku adalah menjadi seorang penyiar radio. Bermula dari ajakan teman kantor untuk menjadi bintang tamu sebuah talk show di sebuah radio, yang kebetulan talk show nya terkait dengan kegiatan yang sedang menjadi hajat besar lembagaku  yaitu Sensus Pertanian 2013. Meski awalnya sempat ragu, aku beranikan diri juga memenuhi ajakan temanku itu meski dengan modal nekat dan kemampuan cuap-cuap ala kadarnya. Tak apa kapan lagi bisa siaran di Radio, pikirku. Oh iya, teman yang jadi pemandu itu sebut saja Bung Roni.

Akhirnya saat yang dinanti tiba juga, waktu itu siaran dilakukan pada jam 8 malam. Alhamdulillah kok gak deg-degan sama sekali. Bakat kali yah? Hehehe …
Beberapa saat …..

Bung Roni melakukan aksi nya membuka siaran radionya, dengan nada suara yang sumpah empuk dan enak banget meski logat Banjar nya lumayan masih kental. Setelah itu bung Roni dengan sigap memperkenalkan narasumber talk show ini yaitu ya aku sendiri, dih malunya pake acara menyebutkan semua gelar lagi.. ampuuunnn.

Sreeettttt … kusamber aja deh mic di depanku dengan gaya yang meyakinkan. Aneh emang, terdengar mulus dan gak grogi sama sekali. Bahkan bung Roni terheran-heran dengan aksiku yang sudah melebihi peran seorang “nara sumber”. Hadegh .. biasa aja kale bung. Hehehehe

Entah kenapa pertanyaan yang ditanyakan oleh bung Roni dapat kujawab dengan lancar plus sedikit guyonan santai yang “kata temen-temen” pendengar menyenangkan (pede mode ON). Ohh iya yang bikin aku tambah seneng adalah dialog interaktif dengan pendengar, gak nyangka aja ternyata banyak banget yang antusias dengan acara ini. Pertanyaan nya juga macam-macam, mulai dari yang serius, guyon, bahkan tak sedikit yang pertanyaannya gak nyambung dengan topik acara yaitu sensus pertanian. Eh busyett ada juga juga yang request lagu dangdut dan malah ada yang curhat-curhat segala.. hadegh. Tapi yah itu, dengan kelihaianku semua teratasi (cieeeee).

1 jam siaran itu terasa singkaaaaaaatttt banget, yahh elah kok cepet amat sih. Alhasil aku Cuma terpaku melihat bang Roni mengucapkan salam perpisahan sebagai tanda bahwa acara telah selesai. Yaaahhh mau gimana lagi, aku cuma seorang penyiar radio dadakan alias bintang tamu doank jadi yahh ga bakalan deh ditawari jadi penyiar radio.. (padahal aku dah kasih sinyal ke Bung Roni kalau aku tuh pengeeenn banget jadi penyiar radio di situ, meski kecil kemungkinannya karena alasan gaji. Ga digaji ga papa deh, hehehe). Yah hanya sampai di situlah cita-cita masa kecilku terwujud, senaaaanng sekali rasanya. Begonya, aku lupa ngerekam siarannya tadi .. so bad.

Terus bagaimana rasanya siaran di Radio?
yahhh seru aja, bahkan nagih .. pengen lagi deh siaran entah kapan. Idealnya aku pengen ngasuh sebuah acara yang dikhususkan untuk kaula muda khususnya anak-anak SMA dan atau mahasiswa (aku juga bisa jadi tentor, konsultan pendidikan atau apalah namanya halaaahhh… preeett). Silakan deh kalau ada empunya acara radio alias pak/bu produser dimanapun kalian berada kalau ingin menjajal kemampuan siaranku..hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: