Membuat Proposal Penelitian

Pusing memulai untuk menulis penelitian? Apakah itu skripsi, tesis dan atau jurnal?
Sesulit itukah menulis sebuah penelitian khususnya yang ada sangkut pautnya dengan Statistika?

Kalau saya jawab “Gampang, tidak sulit kok”, berarti saya berbohong. Tapi kalau saya katakan “iya sulit sekali, bahkan sangat amat sulit sekali”, maka saya juga sedang berbohong. Lalu?

Temans, menulis apalagi tulisan non-fiksi terlebih-lebih penelitian memanglah bukan suatu pekerjaan mudah untuk diselesaikan. Perlu beragam cara dalam menaklukan tantangan-tantangan di dalamnya yang antar satu peneliti dengan peneliti lain berbeda-beda jenis tantangannya. Mulai dari latar belakang atau permasalahan penelitian, metodologi, sampel, ketersediaan data, pengolahan data dan atau analisis penelitian itu sendiri.

Kalau mau tahu cara mudah menyelesaikan penelitian dengan mudah dan sekejab saja, maka salah besar kalau mencarinya di blog saya ini. Silakan googling lagi dan temukan “mungkin” jawabannya di blog atau situs lain (saya yakin temans akan berhenti pada situs/blog yang menawarkan jasa “membuat skripsi atau tesis”). Di sini saya hanya akan memberikan tips-tips untuk menyelesaikan tulisan tentang penelitian (skripsi) dengan lebih mudah dan menyenangkan, meskipun konsep, definisi “mudah dan menyenangkan” akan sangat beragam. Ingat temans, memulai jauh lebih sulit dari melanjutkan … Titik Kunci dan awal berada pada proposal penelitian yang terdiri atas 3 hal yaitu latar belakang penelitian (masalah dsb), metode penelitian yang akan digunakan, data yang akan dikumpulkan dan “kira-kira” analisis hasilnya nanti akan seperti apa. Jika proposal mulus, langkah selanjutnya hanya masalah waktu dan kemauan. Oke, kita mulai proposal penelitiannya. Dimulai dari …….

Cari Ide penelitian. Amati, dengarkan dan tangkap sebuah fenomena unik yang terjadi di suatu daerah/region, baik itu suatu kecamatan, kabupaten, provinsi, negara atau bahkan dunia yang memerlukan analisis mendalam untuk membongkar fenomena tersebut. Berangkat dari fenomena ini, temukan masalah spesifik yang memerlukan sebuah jawaban. Kalaupun tidak menemukan masalah yang menjadi pertanyaan penelitian, eksplore lagi fenomena tersebut untuk menemukan sisi menarik lain yang dapat diulas. Misal di suatu Kabupaten X terkenal dengan produksi Ikan air tawarnya atau bahkan terbesar di suatu Provinsi tapi “kenapa” nilai share terhadap pertumbuhan ekonominya masih sangat kecil. Fenomena ini merupakan sebuah gelitikan agar kita mengungkap alasan sebagai jawaban atas pertanyaan “kenapa”.

Buat poin-poin untuk mempermudah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengembangkan ide penelitian agar menjadi lebih menarik.

Siapkan perlengkapan penelitian. Dalam penelitian statistika, diperlukan beberapa alat untuk menyelesaikan penelitian yaitu metodologi penelitian dan data. Pemilihan metode haruslah sesuai dengan kondisi data atau masalah yang akan diteliti. Lakukan studi literatur yang cukup untuk hal ini, selain membaca buku atau referensi ada baiknya temans berdiskusi dengan teman, kakak tingkat/alumni atau dosen-dosen yang menguasai metode yang akan kita gunakan nanti. Berdasarkan pengalaman saya, mendengar jauh lebih efektif dari membaca dalam hal ini.

Data. Instrumen vital yang harus ada dalam setiap penelitian kita (bisa saja sih kita menggunakan data simulasi, akan tetapi menurut pengalaman saya “banyak” dosen yang menolak menggunakan data simulasi dan menyarankan menggunakan data sesungguhnya). Data sekunder (publikasi) bisa menjadi pilihan utama kita, jika penelitian kita berkutat seputar masalah ekonomi, sosial dan sejenisnya yang terpotret dalam publikasi. Kelemahan data sekunder juga harus kita pahami yaitu ketersediaannya, tidak semua hal yang kita inginkan dalam penelitian ada dalam publikasi yang dirilis oleh instansi-instansi terkait. Akan tetapi keuntungannya adalah hemat biaya, energi dan waktu. Alternatif berikutnya adalah menggunakan data primer jika penelitian kita cenderung berkutat pada masalah sosial yang bersifat opini dan kualitatif. Konsekuensinya adalah melakukan survei atau observasi yang tentunya memerlukan biaya, waktu dan energi yang tidak sedikit. Akan tetapi kita akan memperoleh data yang sesuai dengan keinginan dan penelitian kita. Cermati, amati, pikirkan baik-baik.. lebih bijaksana ajak diskusi orang yang menurut temans kompeten dalam hal ini.

Perkirakan hasil penelitian. Meskipun baru tahap menyusun proposal, ada baiknya membuat list mengenai kemungkinan-kemungkinan hasil penelitian kita nantinya. List ini juga bermanfaat sebagai bahan untuk menyusun hipotesis penelitian dan asumsi-asumsi yang digunakan dalam penelitian

Schedule. Singkirkan untuk sementara “kesenangan” kita, fokus akan lebih mempermudah pencapaian. Susun sedemikian rupa jadwal kita menjadi lebih ketat dan padat untuk penelitian. Akan tetapi jangan lupa untuk “tetap” memberi porsi pada tubuh kita untuk istirahat dan bersenang-senang meski sedikit.

Terakhir, hilangkan sifat moody dalam menulis. Minimal monitor dan review progress kita dari waktu ke waktu, sehingga tak perlu nunggu Mood untuk menulis. Hal ini bisa dilakukan dengan diskusi atau saling mengingatkan antar teman untuk semangat dan berjuang bersama menyelesaikan penelitian.

Gak ada teman yang mau diajak diskusi? Mau diskusi dengan saya? Insya Allah bisa, asal ketemu waktu yang pas dan longgar, maklum babu pemerintah temans. Hehehe…

Ingat!!!!  No Plagiarism, No Copycat, No Giving Up

Semangaaaaattt
Tulisan ini dimuat di Harian Banjarmasin Post

2 comments
  1. EghyR01 said:

    Terima Kasih Pak .. artikel yang sangat bermanfaat ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: