Curhat Seorang Responden: JAMKESDA itu Sulit

Wawancara ini adalah fakta, bukan rekayasa. Saya hanya berniat membantu menyebarkan curhatan  beliau dalam “lika-liku memperoleh Jamkesda” yang sangat tak mudah di Banjarmasin ini. Padahal menurut beliau, di Jawa (Kediri) sangat amat mudah dengan menunjukkan bukti hidup dan riwayat kesehatan yang bisa dibilang “kronis” dan “tidak murah” (mohon maaf, sudah jelas secara kasat mata kaki sebelah buntung, tangan kanan tidak lagi sempurna dengan pen yang masih tertanam dalam tangannya dan saluran kencingnya ada kelainan … yang harus di tusuk agar tidak tersumbat, hal ini dilakukan hampir setiap hari). Berikut beberapa cuplikan wawancara dalam sebuah survey.

Saya: “Pekerjaan Bapak apa?”

Responden: “saya jualan sapu keliling mas, sekalian buat kaki palsu kalau ada yang pesan”

Tertegun sekaligus salut, dengan melihat beliau yang secara fisik tidak sempurna akan tetapi masih tetap berusaha keras untuk menghidupi istri dan kedua anak balitanya. Kelincahan menjawab satu demi satu pertanyaan dalam kuesioner yang “rumit” meyakinkan saya bahwa beliau ini smart.

Kecelakaan lalu lintas yang telah merenggut kesempurnaan ragawinya bukan rohaninya. Beliau tetaplah manusia tangguh yang senantiasa berpikir kreatif dengan segudang ide-ide yang spektakuler. Menciptakan sebuah seni yaitu kaki/tangan palsu untuk membantu rekan-rekan yang bernasib sama dengannya meski “tanpa” sedikit bantuan dari pemerintah daerah.  Pernah sih, beliau meminta bantuan kaki palsu, tetapi tidak di”iya”kan karena tidak atas nama sebuah organisasi yang jelas. Entah prosedurnya seperti apa, sehingga “permintaan” sebuah kaki palsu pun tidak digubris.

Beliau melanjutkan curhatannya, hati ini tak kuasa menolak meski wawancara saya lakukan hingga larut malam. Kuesionerpun terpaksa saya hentikan lajunya. Berikut penuturan beliau:

“saya perlu biaya banyak mas buat berobat, melepas pen di tangan kanan saya. Karena harus dilepas dalam jangka waktu 2 tahun … selain itu saya juga harus selalu melakukan kontrol saluran kemih saya yang sampai detik ini bermasalah. Akan tetapi saya tidak punya uang yang cukup untuk membiayai pengobatan ini. Saya dulu tinggal di Jawa (kediri) dan Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) begitu mudah diperoleh dengan hanya menunjukkan riwayat sakit. Akan tetapi ketika kembali ke Banjarmasin, hendak mengurus Jamkesda hal sebaliknya saya temui (kita tahu bahwa  Jamkesda di Jatim tidak berlaku di Kalsel begitu sebaliknya). Sudah berulang kali saya mengurus Jamkesda ke Rumah sakit, Dinas Kesehatan yang kemudian di ping pong ke sana ke mari tanpa ada perkembangan berarti. Tak sekali dua kali saya tetap berusaha mendapatkan “hak” atas JAMKESDA ini. Tapi hasilnya tetaplah nihil, hingga dua tahun setelahnya saya merasa lelah dan kehabisan ide untuk memperoleh selembar JAMKESDA.  Ya sudahlah mas, saya terima nasib saja sambil tetap bekerja menghidupi anak dan istri”

Wawancara bergulir, sesekali anak-anaknya yang sangat cantik dan lucu-lucu merengek-rengek manja pada beliau. Hati ini miris membayangkan, jika saja saya dalam kondisi dan situasi seperti beliau. Meski dalam wajah beliau tak ada guratan kesedihan atau pengharapan yang berlebihan.

Hingga tak terasa, waktu habis berlalu. Beliau hanya berharap agar saya minimal menyampaikan curhatan beliau kepada yang “berwenang”. Saya tawarkan “jalan ini” yaitu menyebarkan informasi tentang beliau di Internet dan beliau setuju. Kali-kali ada yang baca dan bersedia membantu memberikan informasi.

Serumit itukah memperoleh JAMKESDA di Banjarmasin? Tolong jika anda tahu tentang proses mudah memperoleh JAMKESDA di Banjarmasin ini hubungi beliau, ingat .. beliau bukan pengemis yang minta-minta tanpa malu. Beliau hanya berharap memperoleh sedikit informasi yang faktual dan terjamin untuk memperoleh JAMKESDA agar biaya pengobatan beliau sedikit banyak dapat ditanggung :

Jangan kuatir, jika anda masih meragukan rumah dan kondisinya silakan datang langsung berkunjung ke rumah beliau (saya akan memberikan alamatnya jika diminta).

Info tambahan:

  1. Beliau sudah beristri dengan dua balita
  2. Istrinya berjualan minuman ringan di depan rumah
  3. Rumahnya rumah sewa/kontrakan
  4. Kondisi rumah memprihatinkan

Atau mungkin anda ingin membantu beliau, hubungi Bapak HARIANTO dengan Nomor HP.  085736371009

(Saya berharap kepada anda yang berdomisili di Kalsel –Banjarmasin- khususnya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: