Terminal oh Terminal

Siang temans semua, pastinya temans pernah dunk sesekali atau mungkin sering berhubungan dengan yang namanya terminal (dalam case ini terminal bus). Entah sampai kapan terminal di Indonesia akan selalu identik dengan “copet”, “semrawut”, “jorok” dan berbagai istilah serem lainnya. Meskipun banyak sudah terminal yang ane hampiri, salah satu perhatian tertuju pada Terminal Bungurasih (Surabaya) yang merupakan pusat segala jenis bus yang akan atau ke Surabaya. Kesan dulu sampai sekarang tetaplah sama semrawut. Tak terhitung jumlah “awak” bus ato “calo” atau apalah namanya yang menawarkan “jasa” dengan sedikit memaksa, entah taksi, angguna, ojek dsb yang sedikit “memaksa”. Belum lagi tawaran bertubi-tubi dari kru bus yang menawarkan bus mereka beserta tujuan-tujuan kotanya. Belum para pedagang asongan, peminta-minta, pengamen dsb. Pusiiiiiinnnggggg….Susah dan sedih memang geliat kemanusian dan sosial ane kesentuh dan cenderung “ngesakne” melihat tingkat polah pekerja di terminal, tapi di sisi lain hati ini berkata “bule gak bakalan ke sini kalo ga kepaksa” itu artinya. Pariwisata bakalan tercoreng hanya dengan kondisi ini. Memang tidak adakah seorang petugas resmi terminal? ane jawab “ada”.. bahkan mereka dengan susah payah memeras keringat teriak-teriak menertibkan penumpang yang juga cenderung “males” menaati peraturan karena keadaan memaksa mereka. Istilahnya kalah bersaing dengan “pekerja” terminal. lalu ini hanya gejala sosial, ekonomi atau transportasi? sepertinya kalau boleh dibilang ya… gado-gado.

Meski Pemkot juga tampaknya sudah berusaha keras mengubah citra terminal bungurasih menjadi lebih “manusiawi” dan “cantik” tetapi toh ini hanya bersifat sarana dan atau bangunan semata. Tapi karakter penghuninya toh tetap sama saja, jadinya yahh tetap saja. (apa coba tulisan ini? bukannya bikin cerah malah bikin remang-remang)

Terus, apa yang bisa di peroleh dari artikel ini? kalau isinya cuma keluh kesah? hei temans, namanya juga nge-blog yang berharap ada urun rembug bareng yang disalurkan lewat komentar. Ane cuma memaparkan apa yang ane lihta, meski tak sanggup juga otak mencari jawaban atas permasalahan “terminal” ini..

2 comments
  1. Satu aturan yang mesti ditegakkan segera di terminal: dilarang kencing sembarangan!

    Pedagang asongan, pengamen, pengemis, masih bisa diusir. Tapi, bau pesing, gak bisa diusir!

    Btw, semrawut mana Bungurasih sama Pulogadung?
    Kalau peraturannya sudah ditegakkan, insya Alloh gak semrawut, kok.

    • Adiw We said:

      itu bukan semrawut lagi sis, tp kaca balau wkwkw..
      Pesing yah? ogah ahh ke kamar kecilnya, ehh setiap pojokan jd kamar kecil dh kyknya wkwkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: