Arsip Bulanan: Februari 2010

dia, dia dan hanya dia

(oleh: Adiw We)

Terbaring aku menepi
Di antara rerumputan mimpi
Melunak tak kuasa menahan perih
Mengerang melipat semua tanya

Mata berkejap lemah, kakiku bergerak ringkih, tubuhku payah dalam lelah
Berusaha meronta mencari mentari di sela-sela kelamnya hati
Sendiri tertatih menyusuri sunyi

Dikelilingi duri mengoyak jalan
Aku tak sanggup, hendak musnah rasanya
Aku ingin berhenti, aku mati
Tak terasa detik melesat karena
Izrail setiap saat datang membawaku Lanjut membaca